Tuesday 14th of July 2026

Profil dan Biodata Gus Miftah, Pendakwah Nyentrik yang Diduga Terima Aliran Dana Rp100 Juta Korupsi DJKA

Profil dan Biodata Gus Miftah, Pendakwah Nyentrik yang Diduga Terima Aliran Dana Rp100 Juta Korupsi DJKA

--

VOLKPOP.co – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai profil dan biodata Gus Miftah terseret yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Belakangan, nama Gus Miftah kembali menjadi perhatian setelah disebut dalam persidangan dugaan korupsi proyek jalur ganda kereta api di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Dalam sidang tersebut, jaksa membacakan berita acara pemeriksaan yang memuat dugaan adanya aliran dana sebesar Rp100 juta kepada Gus Miftah. 

Meski demikian, hingga saat ini Gus Miftah tidak berstatus tersangka maupun terdakwa dalam perkara tersebut. Namanya hanya muncul dalam keterangan yang dibacakan di persidangan dan aparat penegak hukum masih mendalami berbagai fakta yang terungkap selama proses persidangan berlangsung. 

Baca: Jaksa Singgung Nama Gus Miftah Saat Sidang Korupsi Jalur Kereta, Diduga Terima Aliran Dana Rp100 Juta

Baca: Dugaan Pemerasan Bupati Sukoharjo Berujung OTT KPK, Brankas Berisi Miliaran Rupiah dan Emas Akhirnya Terbongkar

Di luar isu tersebut, Gus Miftah tetap dikenal sebagai salah satu pendakwah populer di Indonesia dengan jutaan pengikut di media sosial. Ceramahnya yang santai, lugas, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi ciri khas yang membuatnya memiliki basis penggemar yang luas. 

Siapa Itu Gus Miftah?

Nama Gus Miftah sudah lama dikenal sebagai salah satu pendakwah yang memiliki pendekatan dakwah berbeda dari kebanyakan ulama. Sosok yang memiliki nama asli Miftah Maulana Habiburrahman ini dikenal aktif menyampaikan ajaran agama kepada berbagai kalangan, termasuk kelompok masyarakat marjinal yang jarang tersentuh kegiatan dakwah konvensional. 

Lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, Gus Miftah merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia berasal dari keluarga pesantren dan memiliki garis keturunan yang terhubung dengan Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur. Sejak muda, ia menempuh pendidikan agama dan aktif dalam berbagai kegiatan keislaman. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST

© 2026. All Right Reserved.