Tuesday 14th of July 2026

Penampakan Isi Brankas Bupati Sukoharjo, Tumpukan Uang hingga Emas 2,5 Kg Disita KPK

Penampakan Isi Brankas Bupati Sukoharjo, Tumpukan Uang hingga Emas 2,5 Kg Disita KPK

--

VOLKPOP.co – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai penampakan isi brankas saat OTT KPK Bupati Sukoharjo yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Dari hasil penggeledahan, penyidik menemukan dua brankas yang berisi tumpukan uang tunai dalam berbagai mata uang serta emas batangan dengan nilai miliaran rupiah. 

Etik yang telah ditetapkan sebagai tersangka diduga melakukan pemerasan dan pemotongan insentif terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. KPK menyebut praktik tersebut berlangsung melalui mekanisme setoran yang dikumpulkan dari sejumlah pegawai dan organisasi perangkat daerah (OPD). 

Baca: Dugaan Pemerasan Bupati Sukoharjo Berujung OTT KPK, Brankas Berisi Miliaran Rupiah dan Emas Akhirnya Terbongkar

Baca: Adik Celine Evangelista Tantang Penyebar Isu Rumah Rp200 Miliar, Siap Serahkan Properti Jika Tuduhan Terbukti

Dalam konferensi pers, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa penerbitan surat keputusan bupati diduga dimanfaatkan sebagai sarana untuk meminta setoran dari bawahan.

"Bahwa terbitnya kedua SK Bupati tersebut diduga digunakan sebagai 'alat' oleh ETS untuk melakukan tindak pemerasan 'setoran upah pungut (UP)' di lingkungan BPKAD Sukoharjo," ujar Asep. 

KPK menduga Etik meminta Kepala BPKAD Sukoharjo mengumpulkan sekitar 40 persen dari insentif yang diterima sejumlah pegawai. Praktik tersebut disebut telah berjalan selama beberapa tahun dan menghasilkan miliaran rupiah yang kemudian disetorkan kepada bupati. 

Penyidik juga mengungkap dugaan adanya budaya setoran yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan sebelumnya.

"Permintaan ETS ini diduga melanjutkan 'tradisi' Bupati sebelumnya, yang juga merupakan suami dari ETS," kata Asep. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST