KM Nurul Salsa Tenggelam Usai Mengalami Mati Mesin di Perairan Kepulauan Selayar, TIM SAR Kerahkan Armada Evakuasi
--
KM Nurul Salsa berangkat dari Pelabuhan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, menuju Pelabuhan Benteng sekitar pukul 05.00-06.00 Wita pada Rabu 15 Juli 2026.
Akan tetapi sekitar lima jam kemudian, mesin utama mengalami gangguan hingga akhirnya mati total saat berada di perairan barat Pulau Polassi. Usai mesin mati, para penumpang bersama anak buah kapal (ABK) sempat mengirimkan permintaan pertolongan.
Namun, cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi dan angin kencang membuat proses penyelamatan tidak bisa segera dilakukan. Kondisi kapal semakin kritis usai pompa pengeluaran air (alkon) mengalami kerusakan yang mana membuat air terus masuk ke badan kapal.
Seusai menerima laporan, Basarnas bersama unsur SAR gabungan langsung mengerahkan operasi pencarian. TNI Angkatan Laut juga mengirimkan KRI Marlin-877 guna memperkuat pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengungkapkan bahwa tim langsung bergerak seusai menerima laporan kapal mengalami mati mesin.
Dia menekankan, seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi SAR. Ia menegaskan operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan.