Thursday 29th of January 2026

VIRAL! Kronologi Pedagang Es Gabus Dituduh Gunakan Spons Oleh Polisi-Tentara di Kemayoran

VIRAL! Kronologi Pedagang Es Gabus Dituduh Gunakan Spons Oleh Polisi-Tentara di Kemayoran

--

VOLKPOP.co – Pada artikel berikut adalah informasi mengenai pedagang es gabus yang viral usai difitnah dan dipukuli oknum polisi-tentara di Kemayoran. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Sebuah kasus salah paham yang masih menjadi perbincangan panas di media sosial. Bagaimana tidak? Oknum polisi-tentara menuding seorang kakek tua penjual es gabus menggunakan spons dalam produknya dan mengklaim tak layak konsumsi. Videonya pun viral dan membuat netizen meradang.

Kronologi kasus ini dimulai usai seorang warga bernama M. Arief Fadillah (43) melaporkan dugaan penjualan es gabus berbahan spons melalui call center 110 pada Sabtu (24/1/2026). Dalam laporan itu, Suderajat disebut menjual es kue, es gabus, agar-agar, coklat meses, serta sisa kue yang diduga mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), material yang biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons cuci.

Read more: Full! Link Video Viral Pasutri Ngerokok di Motor Ngamuk Usai Ditegur, Polisi: Sedang Kami Mintai Keterangan

Read more: Link Download Video Mesum Oknum Nakes Puskesmas Ilir Talo Full Durasi 1 Menit HD, Kacau! Diduga Pelaku Sudah PPPK

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi Suderajat berjualan di wilayah Utan Panjang, Kemayoran. Sebelum dibawa ke kantor polisi, Suderajat mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi di lokasi berjualan.

Melansir dari berbagai sumber, Suderajat menceritakan, kekerasan bermula saat seorang aparat membeli es gabus miliknya dan mencicipinya. Namun, es tersebut justru diremas, dibejek, lalu dilempar ke wajahnya.

“Dia (polisi) beli es kue gabus ke saya. Tapi, sama polisi dibejek-bejek dikira es kapas (berbahan spons),” kata Suderajat, Selasa (27/1/2026).

Ia mengaku kemudian diinterogasi secara kasar, dipermalukan di depan umum, dan dianiaya secara fisik oleh sekelompok aparat.

“Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet, pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya,” ujarnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST