Arung Jeram Sungai Lekso dan Hujan yang Dinanti

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:33 WIB
Suasana Jeram Welcome Sungai Lekso para Mahasiswa Pencinta Alama Universitas Brawijaya (IMPALA UB) (volkpop.co/Ahnaf Lentera Jagad)
Suasana Jeram Welcome Sungai Lekso para Mahasiswa Pencinta Alama Universitas Brawijaya (IMPALA UB) (volkpop.co/Ahnaf Lentera Jagad)

VOLKPOP.CO - Sungai Lekso merupakan salah satu sungai utama yang mengalirkan lahar dari Gunung Kelud, tepatnya berada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Karakteristik Sungai Lekso yang memiliki banyak batuan sangatlah menantang  untuk diarungi.

Pengarungan kali ini saya lakukan berasama rekan rekan saya yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pencinta Alama Universitas Brawijaya (IMPALA UB) dengan rute pengarungan start di Dam Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari dan finish di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi.

Berangkat dari Kota Malang sehabis maghrib, kami langsung menuju basecamp pengarungan yang berada di Balai Desa Slumbung. Perjalanan menuju kota proklamator ini kami tempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan darat. Sesampainya di basecamp, kami langusng disambut dengan suarah gemuruh air Sungai Lekso yang terdengar mengalir deras.

Baca Juga: OPINI: Kebudayaan Masyarakat Trenggalek Berpusat pada Alam

“Wah lumayan ini kalau sungai nya deras,” celetukan salah satu rekan. Letak basecamp kami memang dekat dengan Sungai Lekso, sekitar 100 meter di belakang basecamp. Persiapan alat dan akomodasi pengarungan kami persiapkan betul di malam itu, untuk menunjang pengarungan di esok hari. Setelah semua beres, kami langsung istirahat agar fisik prima saat pengarungan di pagi hari besok. 

Akhirnya pagi tiba, suara gemuruh air Sungai lekso serta sinar matahari pagi yang cerah memantik semangat untuk melakukan pengarungan. Diawali dengan sarapan, dilanjut dengan packing dan cek ulang segala peralatan akomodasi dan logistik kami berangkat ke titik start.

Perahu dan logistik segera kami loading ke titik start yang berada di atas dam/ kanal. Tak lupa sebelum pengarungan kami peregangan otot sembari menikmati sinar matahari pagi dan udara segar khas pedesaan yang asri. Pengarungan segera dimulai, kami terbagi menjadi dua tim dengan masing masing tim satu perahu. 

Baca Juga: OPINI: Aksioma Kultural Masyarakat tentang Danyangan atau Punden serta Hubungan dengan pemimpin Desa di Jawa

Ekspektasi semalam mengenai debit sungai yang deras langsung kandas, melihat debit air yang kecil cukup menguji nyali saat akan melewati jeram welcome berupa sebuah kanal dengan tinggi sekitar 2 meter lebih. Serta bayangan mengenai pengarungan yang akan sedikit susah karena air surut.

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X