Bantuan Mengalir! Simpati Untuk Pedagang Es Gabus Viral Usai Difitnah dan Dipukul Polisi-Tentara Meningkat
--
VOLKPOP.co – Kasus ini dimulai usai seorang warga bernama M. Arief Fadillah (43) melaporkan dugaan penjualan es gabus berbahan spons melalui call center 110 pada Sabtu (24/1/2026). Dalam laporan itu, Suderajat disebut menjual es kue, es gabus, agar-agar, coklat meses, serta sisa kue yang diduga mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), material yang biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons cuci.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi Suderajat berjualan di wilayah Utan Panjang, Kemayoran. Sebelum dibawa ke kantor polisi, Suderajat mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi di lokasi berjualan.
Melansir dari berbagai sumber, Suderajat menceritakan, kekerasan bermula saat seorang aparat membeli es gabus miliknya dan mencicipinya. Namun, es tersebut justru diremas, dibejek, lalu dilempar ke wajahnya. Dia mengaku kemudian diinterogasi secara kasar, dipermalukan di depan umum, dan dianiaya secara fisik oleh sekelompok aparat.
Read more: VIRAL! Kronologi Pedagang Es Gabus Dituduh Gunakan Spons Oleh Polisi-Tentara di Kemayoran
Read more: Si Paling Jagoan! Video Viral Pasutri Ngerokok di Motor Sambil Bawa Bayi Ngamuk Usai Ditegur
Tak hanya itu, Suderajat juga dipaksa mengakui bahwa es gabus yang dijualnya palsu dan berbahan spons. Video viral dan nama aparat disorot Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video interogasi Suderajat viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @feedgramindo, dua aparat bernama Ikhwan dan Heri tampak menginterogasi Suderajat di lokasi. Ikhwan dalam video tersebut menunjukkan es gabus tanpa melalui uji laboratorium. Sementara Heri mempertanyakan alasan Suderajat tetap berjualan.
Usai dibawa ke kantor polisi dan sempat ditahan, Suderajat akhirnya diperbolehkan pulang. Dia mengaku pihak kepolisian sempat meminta maaf dan memberinya uang Rp 300.000. Hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan seluruh sampel makanan milik Suderajat aman dan layak dikonsumsi. Namun, polisi masih menunggu hasil uji lanjutan dari Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri untuk memastikan hasil yang lebih ilmiah.