Mini Market Dijarah Korban Banjir Tapanuli Tengah, Imbas Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang!
--
VOLKPOP.co - Aksi penjarahan yang dilakukan oleh korban banjir di Tapanuli Tengah ditengarai akibat bantuan pemerintah yang tak kunjung didapat. Hal ini kemudian menibulkan berbagai reaksi publik. Simak selengkapnya dibawah ini.
Sebuah video yang memperlihatkan aksi penjarahan di minimarket Alfamidi di distrik Sarudik, Kota Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan beberapa warga yang terdampak banjir dan longsor di wilayah tersebut melakukan penjarahan barang-barang kebutuhan pokok dari toko tersebut.
Read more: Viral! Wanita Ludahi Al Quran Tanpa Busana Tuai Kecaman, Bareskrim Polri Tindak Tegas Pelaku
Read more: Baca Manhwa BL Jinx Season 2 Chapter 85 Indonesia Sub, RAW! Kegalauan yang Menggemaskan
Menurut informasi yang diperoleh dari situs web merdeka.com, Tapanuli Tengah merupakan salah satu kota yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada 24 November 2025. Juru bicara Kepolisian Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan insiden tersebut.
"Menyikapi video penjarahan yang terjadi di Tapanuli Tengah. Kasus itu sudah ditangani Polres Tapanuli Tengah," kata Ferry pada Sabtu malam (29/11).
Terhalang oleh Terputusnya Sinyal
Ferry meminta masyarakat yang terdampak bencana alam di Tapanuli Tengah untuk bersabar. Hal ini karena bantuan logistik dari pemerintah sedang didistribusikan ke wilayah yang terdampak bencana.
Distribusi bantuan logistik terkendala oleh akses yang terblokir setelah banjir dan longsor melanda wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
“Saat ini terkendala bencana tanah longsor, di Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah. Kami mengharapkan (warga) untuk bersabar,” ujarnya.