Saturday 29th of November 2025

Viral Tiktok ‘Sahabat Adalah Maut’: Drama Perselingkuhan Sahabat Sendiri yang Bikin Naik Darah

Viral Tiktok ‘Sahabat Adalah Maut’: Drama Perselingkuhan Sahabat Sendiri yang Bikin Naik Darah

--

Netizen membanjiri komentar dengan rasa empati buat korban, sambil mencaci tindakan dua orang terdekatnya. Kata-kata “Sahabat adalah maut” jadi simbol luka yang nggak cuma menghancurkan hati, tapi juga kepercayaan hidup seseorang.

Kenapa Disebut 'Maut'?

Istilah “maut” di sini dipakai secara metaforis: sahabat seharusnya jadi orang yang bisa dipercaya, pelindung, teman dekat. Tapi ketika sahabat berubah jadi pengkhianat, rasa sakitnya jadi dua kali lipat — maka ungkapan “Sahabat Adalah Maut” menggambarkan luka mendalam, kekecewaan besar, dan kehancuran kepercayaan dari orang terdekat.

Kasus ini juga memunculkan diskusi besar tentang batasan pertemanan, toxic relationship, dan pentingnya sadar red flag—even dari orang yang kita anggap paling aman.

Read more: Profil Biodata Mila Nurwanti, Peserta D'Academy 7 Indosiar Viral Usai Nyanyikan Bang Toyib

Read more: Video Baju Olahraga Oranye yang Viral: Fakta, Kronologi, dan Link Resmi Pencarian yang Bisa Kalian Download!


Read more: Viral! Budi Akak Pekanbaru Meninggal Dunia, Ternyata Ini Penyebab dan Kronologi Runtut Kematian Sang Bandar Pemasok Sabu

Banyak yang bilang, kasus ini jadi wake-up call bahwa perselingkuhan bukan cuma soal cinta, tapi juga tentang integritas, loyalitas, dan rasa hormat. Pengkhianatan dari pasangan mungkin menyakitkan, tapi dari sahabat? Itu luka yang bisa nancep lebih dalam.

Di tengah panasnya isu ini, korban mendapat dukungan penuh dari publik. Banyak yang berharap kasus ini bisa memberi pelajaran bahwa tidak semua orang pantas masuk ke lingkar kepercayaan kita. Karena kadang, musuh paling berbahaya bukan yang datang dari luar… tapi yang duduk paling dekat.

Pada akhirnya, drama “sahabat adalah maut” ini cuma ngingetin kita satu hal: nggak semua orang yang senyumnya manis itu hatinya ikut manis. Kadang yang paling dekat justru yang paling duluan nusuk. Jadi ya sudah, internet boleh ribut, pelakunya boleh viral, tapi kita? Cukup jadikan ini reminder bahwa circle sehat itu bukan soal banyaknya orang, tapi siapa yang beneran ada.

 

 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST