• Senin, 15 Agustus 2022

Kisah Bagaimana Herbert Freudenberger Menyelesaikan Burnout Pertama di Dunia

- Minggu, 19 Juni 2022 | 13:03 WIB
Herbert Freudenberger, psikolog asal Jerman yang menemukan istilah burnout. (Alchetron)
Herbert Freudenberger, psikolog asal Jerman yang menemukan istilah burnout. (Alchetron)

VOLKPOP.CO - Burnout atau fenomena kelelahan secara mental dan fisik akibat memforsir energi secara berlebihan mungkin sudah umum saat ini. Kita bahkan bisa menemukan ciri-ciri sampai cara mengatasi burnout dengan cukup mengetikkannya di mesin pencari Google. Tapi bayangkan bagaimana Herbert Freudenberger menyelesaikan masalah burnout jika di jaman itu belum ada orang yang menemukan fenomena ini.

Gebi Angelina Zahra MPsi, Psikolog Industri Organisasi dari Psychologycal Education and Research Ceria Hati, menceritakan jika Herbert Freudenberger pertama kali menemukan fenomena burnout pada 1967 di Amerika Serikat.

Saat itu ia sedang memulai program klinik gratis untuk anak-anak muda di Amerika Serikat yang mengalami masalah kecanduan obat-obatan terlarang.

"Tapi Herbert Freudenberger saat itu tidak pernah menyangka jika klinik yang ia jalankan bisa sangat sukses. Bahkan membuka 300 cabang di seluruh Amerika Serikat," terang Gebi saat dikonfirmasi pada Minggu (19/06/2022).

Baca Juga: Bahaya Burnout bagi Kesehatan Mental Manusia

Dalam menjalankan klinik ini, Herbert tidak jalan sendirian. Banyak relawan psikolog yang membantu program kemanusiaan ini. Pendanaan klinik gratis ini juga hanya dari donasi para dermawan.

"Klinik ini juga melayani para pasien mulai dari pukul 6 malam sampai pukul 10 malam. Dan jumlah pasiennya minimal 40 orang dalam sehari," ungkapnya.

Gebi mengungkapkan jika Herbert dan kawan-kawan bekerja penuh melayani pasien dari siang sampai malam. Dimana pada pagi hari sampai siang, mereka bekerja formal di rumah sakit.

"Saat itu Herbert berkerja formal sebagai psychoanalys di suatu rumah sakit. Sehingga ia mendapatkan 2 tuntutan, yaitu di pekerjaan formalnya sekaligus tuntutan di klinik gratis ini. Padahal kedua pekerjaan ini memiliki demand yang tinggi," bebernya.

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Edukasi Eco Enzyme dari SMA Santo Carolus Surabaya

Senin, 1 Agustus 2022 | 10:58 WIB

Bahaya Burnout bagi Kesehatan Mental Manusia

Minggu, 19 Juni 2022 | 12:26 WIB

7 Tips Berperang Melawan Stress untuk Mahasiswa

Rabu, 15 Juni 2022 | 12:07 WIB

Apakah Sudah Paham tentang 'El-Nino'? Simak Baik-baik

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:02 WIB

Apa Sih Perbedanaan Antara Seni Rupa dan Desain ?

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:57 WIB

Memahami Tekanan Udara sebagai Komponen Cuaca

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:24 WIB
X