• Minggu, 29 Mei 2022

Memahami Tekanan Udara sebagai Komponen Cuaca

- Jumat, 14 Januari 2022 | 07:24 WIB
Ilustrasi cuaca (Pixabay)
Ilustrasi cuaca (Pixabay)

VOLKPOP.CO - Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer. Toricelli pada tahun 1643 menciptakan barometer air raksa. Karena barometer air raksa tidak mudah dibawa ke mana-mana, dapat menggunakan barometer aneroid sebagai penggantinya.

Tekanan udara akan berbanding terbalik dengan ketinggian suatu tempat sehingga semakin tinggi tempat dari permukaan laut semakin rendah tekanan udarannya. Kondisi ini karena makin tinggi tempat akan makin berkurang udara yang menekannya.

Satuan hitung tekanan udara adalah milibar, sedangkan garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan tekanan udara yang sama disebut isobar.

Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut juga dapat diukur dengan menggunakan barometer. Kenaikan 10 m suatu tempat akan menurunkan permukaan air raksa dalam tabung sebesar 1 mm.

Dalam satuan milibar (mb), setiap kenaikan 8 m pada lapisan atmosfer bawah, tekanan udara turun 1 mb, sedangkan pada atmosfer atas dengan kenaikan > 8 m tekanan udara akan turun 1 mb.

Barometer aneroid sebagai alat pengukur ketinggian tempat dinamakan juga altimeter yang biasa digunakan untuk mengukur ketinggian kapal udara yang sedang terbang.***

Sumber: Sulistyanto, Iwan Gatot. 2009. Geografi untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Terkini

Apakah Sudah Paham tentang 'El-Nino'? Simak Baik-baik

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:02 WIB

Apa Sih Perbedanaan Antara Seni Rupa dan Desain ?

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:57 WIB

Memahami Tekanan Udara sebagai Komponen Cuaca

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:24 WIB

Memahami Galaksi dari Perspektif Geologi

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:16 WIB

Memahami Pelapisan Bumi dari Teori Lempeng Tektonik

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:14 WIB

Terpopuler

X