• Minggu, 29 Mei 2022

Memahami tentang Lahan Potensial. Bagaimana Pengelolaannya?

- Jumat, 14 Januari 2022 | 07:18 WIB
Ilustrasi tanah (Pixabay)
Ilustrasi tanah (Pixabay)

VOLKPOP.CO - Lahan potensial merupakan lahan subur yang sebenarnya dapat dimanfaatkan, tetapi belum dimanfaatkan atau belum diolah, padahal jika diolah akan memberikan nilai ekonomi yang tinggi.

Selain itu, juga mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia. Dari keadaan tersebut dapat diartikan bahwa lahan potensial merupakan aset yang dapat digunakan sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, harus ditangani dan dikelola secara bijaksana. Di luar Pulau Jawa masih banyak lahan produktif dan potensial yang belum tergarap, daerah ini sering disebut sebagai lahan tidur.

Kebutuhan pangan yang semakin meningkat, memaksa manusia untuk mencari lahan-lahan pertanian baru, tempat mereka mengubah hutan menjadi ladang pertanian, dan tuntutan kebutuhan perumahan memaksa mereka untuk mengubah lahan pertanian tersebut menjadi areal permukiman penduduk.

Namun, jika program untuk meningkatkan produksi pangan dan perluasan permukiman dalam skala besar-besaran tidak diatur secara tegas dapat menyebabkan meningkatnya erosi, berkurangnya kesuburan dan produktivitas lahan, dan hilangnya habitat.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dengan menetapkan kawasan cagar alam dan taman nasional, tetapi tetap saja sejumlah besar lahan dirusak oleh para penebang liar.

Lahan potensial tersebar di tiga wilayah utama daratan, yaitu di daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi. Lahan-lahan di wilayah pantai didominasi oleh tanah aluvial (tanah hasil pengendapan).

Wilayah dataran rendah dihitung mulai dari dataran pantai sampai ketinggian 300 m dpl. Pada curah hujan yang sesuai dengan kawasan ini merupakan daerah subur seperti pada dataran aluvial. Wilayah dataran tinggi dihitung mulai dari ketinggian 500 m dpl sampai ke atas merupakan wilayah yang berkontur, berbukit-bukit sampai daerah pegunungan.

Bagi daerah-daerah tanah tinggi yang dipengaruhi oleh gunung api, kondisi lahannya didominasi oleh tanah vulkanik yang subur yang kandungan mineral haranya cukup tinggi. Meskipun daerahnya subur, daerah pegunungan merupakan daerah yang berisiko tinggi untuk terjadinya erosi tanah dan tanah longsor.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Terkini

Apakah Sudah Paham tentang 'El-Nino'? Simak Baik-baik

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:02 WIB

Apa Sih Perbedanaan Antara Seni Rupa dan Desain ?

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:57 WIB

Memahami Tekanan Udara sebagai Komponen Cuaca

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:24 WIB

Memahami Galaksi dari Perspektif Geologi

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:16 WIB

Memahami Pelapisan Bumi dari Teori Lempeng Tektonik

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:14 WIB

Terpopuler

X