Memahami Pelapisan Bumi dari Teori Lempeng Tektonik

- Rabu, 12 Januari 2022 | 23:14 WIB
Ilustrasi lempengan bumi (Pixabay)
Ilustrasi lempengan bumi (Pixabay)

VOLKPOP.CO - Menurut Teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempeng tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain.

Gerakan ini terjadi terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, samudra, dan relief muka bumi.

Baca Juga: Bagaimana Proses Terbentuknya Permukaan Bumi? Ternyata Begini

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan kerak benua.

Demikian pula, elemenelemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik). Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid),
sehingga kerak bumi terpecah menjadi beberapa lempeng.

Baca Juga: Berbagai Gejala Geografi yang Ditemui dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada bagian tertentu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertubrukan mengeras dan menebal, dan membentuk deretan pegunungan nonvulkanik (mountain range).***


Sumber: Sulistyanto, Iwan Gatot. 2009. Geografi untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta. Pusat Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya Burnout bagi Kesehatan Mental Manusia

Minggu, 19 Juni 2022 | 12:26 WIB

7 Tips Berperang Melawan Stress untuk Mahasiswa

Rabu, 15 Juni 2022 | 12:07 WIB

Apakah Sudah Paham tentang 'El-Nino'? Simak Baik-baik

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:02 WIB

Apa Sih Perbedanaan Antara Seni Rupa dan Desain ?

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:57 WIB

Memahami Tekanan Udara sebagai Komponen Cuaca

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:24 WIB
X