• Jumat, 30 September 2022

Pengabdi Setan 2 Communion, Sebuah Awal dari Teror yang Lebih Besar

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:36 WIB
Poster Pengabdi Setan 2 Communion. (Instagram @jokoanwar)
Poster Pengabdi Setan 2 Communion. (Instagram @jokoanwar)

VOLKPOP.CO - Sejak suksesnya Pengabdi Setan pertama pada 2017 lalu, film reboot garapan Joko Anwar ini selalu menjadi penantian para penggemar fim horor negeri ini. Maklum, Indonesia sangat kekurangan film horor berkualitas yang digarap dengan sungguh-sungguh dan memiliki aspek cerita yang matang.

Lalu pada hari ini (04/08/2022) menjadi momen perilisan secara nasional film yang diproduseri oleh Gobind Tejoomal Samtani dan Tia Hasibuan ini. Dan saya bisa menyebutkan bahwa Pengabdi Setan 2 Communion ini adalah sebuah awal dari sebuah teror yang sebenarnya.

Awal cerita adalah segmen film yang paling saya sukai sebagai seorang jurnalis, entah kapan terakhir kali sebuah film melibatkan media massa atau pers sebagai salah satu unsur cerita penting di dalamnya. Dan ya, dalam hal ini media cetak menjadi salah satu pendukung cerita yang bersetting Indonesia tahun 1985 ini.

Baca Juga: Secara Mengejutkan Batgirl Batal Tayang di Bioskop dan Platform Streaming

Pada scene awal kita akan diperlihatkan sosok Budiman yang diperankan Egy Fadly sebagai seorang jurnalis di sebuah koran. Di sana ia diceritakan dekat dengan seorang petinggi kepolisian. Dan itu sangat releate, secara alamiah jurnalis memang dekat dengan penegak hukum satu ini, tidak melulu soal jurnalis yang ditekan oleh polisi.

Kemunculan Rini juga tidak lepas dari unsur media, scene ketika dia keluar dari pabrik tempatnya bekerja dan menunggu bis di halte, kita bisa melihat setiap orang sedang fokus membuka koran selebar-lebarnya. Pada masa itu memang media cetak adalah pilar penting sumber informasi masyarakat.

Tak hanya membangun unsur horor mistis, Joko Anwar juga memasukkan unsur horor yang dibangun rezim pada waktu itu, Orde Baru. Media cetak dan media televisi berlomba-lomba memberitakan terkait fenomena Petrus (Penembak Misterius). Sebuah agenda yang dipercaya merupakan kepanjangan tangan Pemerintah Orde Baru untuk memberangus preman bertato.

Seperti normalnya Joko Anwar, setiap film yang ia buat benar-benar dipikirkan secara matang. Divisi art patut diberikan pujian setinggi-tingginya, meraka mampu membangun suasana 80an yang nyata. Mulai dari bangunan, kendaraan, pakaian, sampai alat kantor dipikirkan secara teliti. 

Baca Juga: Pengabdi Setan 2 jadi Film Pertama di Asia yang Memanfaatkan Teknologi IMAX

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Jurnalis Berevolusi menjadi Kuli Tinta

Rabu, 21 September 2022 | 22:17 WIB

Belajar Survive dari Pandji Pragiwaksono

Kamis, 15 September 2022 | 17:42 WIB

Belajar Realistis dari Jon Snow di Series Game of Thrones

Selasa, 13 September 2022 | 14:18 WIB

Jangan Jadikan Golput sebagai Tameng Politik

Selasa, 13 September 2022 | 12:43 WIB

Jangan Mati Sebelum Manga One Piece Tamat

Sabtu, 10 September 2022 | 23:30 WIB
X