• Kamis, 29 September 2022

Pengalaman Absurd Bernegosiasi dengan Spesialis Copet Suporter di Kota Malang

- Jumat, 15 Juli 2022 | 13:38 WIB
Ilustrasi pencopetan. (Deviant Art)
Ilustrasi pencopetan. (Deviant Art)

 

VOLKPOP.CO - Kabar tentang supporter yang nyambi nyopet beratribut Aremania diringkus Resmob Polrestabes Semarang pada (07/07/2022) lalu membuatku mengingat kembali kejadian absurd yang menimpku di masa lalu. Dimana aku pernah bersinggungan langsung dan bernegosiasi dengan komunitas copet yang sistem kerjanya sangat terorganisir di kota Malang.

Cerita ini bermula dari fanatisme supporter bola, ya saat itu aku masih keranjingan nonton klub bola Arema Malang. Memang sejak duduk di bangku SD, aku adalah Aremania tulen. Mendukung Singo Edan di laga kandang sampai tandang pun pernah aku lakoni demi identitas remaja yang lagi krisis eksistensi ini.

Kejadian persinggungan dan mengenal dunia percopetan ini berawal dari tahun 2015, tepatnya di bulan Desember saat momen tour tandang Arema melawan Surabaya United di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Dalam rangka penyisihan grup Piala Jendral Sudirman 2015.

Saat itu aku masih menjadi mahasiswa baru, dan berkenalan dengan salah satu fans Arema asal Lampung yang kuliah di Malang bernama Rexy. Tanpa basa basi aku ajak dia nonton Arema ke Sleman.

Baca Juga: Meriam Lontong Tetap Eksis walaupun Dunia Dikuasai Real Madrid, Liverpool, hingga Manchester City

Sudah menjadi tradisi beberapa komunitas Aremania, ketika Klub kebanggaanya bertandang ke luar daerah selalu membuka open tour, yaitu secara kolektif menghimpun aremania tiap korwil (koordinator wilayah) untuk berangkat bareng ke kota tujuan.

Saat itu hampir saja aku batal berangkat karena kehabisan jatah tiket, karena hampir tiap korwil sudah penuh peserta yang ingin berangkat tour, mengingat pertandingan ini cukup krusial dan langsung berhadapan dengan rival asal surabaya.

Namun takdir mempertemukanku dengan pilihan lain, ternyata masih ada korwil yang membuka pendaftaran. Tepatnya adalah komunitas Aremania Kotalama yang berlokasi di Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga: 7 Alasan Kaum Adam Mengidolakan Thomas Shelby di Series Peaky Blinders

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Jurnalis Berevolusi menjadi Kuli Tinta

Rabu, 21 September 2022 | 22:17 WIB

Belajar Survive dari Pandji Pragiwaksono

Kamis, 15 September 2022 | 17:42 WIB

Belajar Realistis dari Jon Snow di Series Game of Thrones

Selasa, 13 September 2022 | 14:18 WIB

Jangan Jadikan Golput sebagai Tameng Politik

Selasa, 13 September 2022 | 12:43 WIB

Jangan Mati Sebelum Manga One Piece Tamat

Sabtu, 10 September 2022 | 23:30 WIB
X