• Kamis, 29 September 2022

Review Minions 2: Bersetia Seperti Minion, Bercita-cita Luhur Seperti Gru

- Minggu, 3 Juli 2022 | 18:16 WIB
Poster film Minions 2. (Pixar)
Poster film Minions 2. (Pixar)

VOLKPOP.CO - Setelah masa penantian selama tujuh tahun, sekuel dari film animasi spin off yang mengisahkan karakter bernama Minion, tayang di bioskop akhir bulan Juni. Film ini diberi judul Minions 2: The Rise of Gru. Minion, koloni berkacamata tebal dan berkulit kuning itu memang selalu dinantikan penggemarnya. Ia pertama kali muncul dan mencuri perhatian di film animasi berjudul Despicable Me yang dirilis di tahun 2010. Minion berperan sebagai asisten dari tokoh utama, seorang penjahat bernama Gru yang terobsesi mencuri benda-benda berharga di seluruh dunia. Dalam menjalankan tugas sebagai asisten si Gru, para penonton selalu dibuat terpingkal-pingkal oleh ulah Minion yang lugu dan cenderung agak ceroboh. Tawa para penonton juga akan makin keras ketika Minion sedang mengoceh. Ia menggunakan bahasa yang sepertinya merupakan hasil ramuan bahasa-bahasa di seluruh dunia yang dicampur menjadi satu, dan kita patut berbangga karena bahasa Indonesia termasuk di dalamnya. Salah satunya, adalah kosa kata berbunyi 'terima kasih!'

Meskipun sering menampakkan sifat keluguan dan kecerobohan, Minion sebenarnya adalah makhluk yang baik. Banyak nilai-nilai dalam diri Minion yang bisa diteladani oleh siapa pun di dunia ini. Misalnya saja, sikap hidup komunal yang mengedepankan aktivitas gotong royong, serta sikap bersetia kepada janji yang telah dibuat, dalam hal ini, janji setia kepada Gru.

Nah, jika dalam film pertama banyak mengungkap asal usul, peristiwa-peristiwa spektakuler, serta jalan terjal yang ditempuh Minion demi menemukan sang majikan, film kedua ini bercerita di era-era penting di tahun 1970-an ketika Minion mendampingi bocil berusia 12 tahun yang sedang mengasah bakatnya sebagai penjahat. Gru, saat masih bocil, digambarkan sebagai murid SD yang sering diejek kawan-kawannya karena perkara cita-cita hidup. Jika kawan-kawannya memilih tujuan luhur menjadi presiden, astronot, atau guru, Gru berbeda. Ia malah ingin menempuh jalan pedang sebagai seorang penjahat dan sangat mengidolakan The Vicious 6, kelompok penjahat super paling tenar saat itu.

 Baca Juga: Review Man vs Bee, Rowan Atkinson Kembali Bikin Kacau

Tidak mengherankan jika Gru ingin jadi penjahat. Ia adalah pribadi yang suka jail sejak dalam pikiran. Suatu kejailan, jika dilakukan terus menerus, akan menjelma menjadi sebuah kejahatan, dan Gru sangat bergairah untuk itu. Dalam rangka mewujudkan cita-cita sebagai penjahat super seperti The Vicious 6, Gru membangun markas di ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai markas komandonya dalam mengorganisir kejahatan, dan bisa ditebak, pembangunan itu dikerjakan oleh Minion secara kerja bakti.

Gru, bocil yang ternyata kurang kasih sayang ibunya ini girang bukan main saat mendapat undangan audisi penjahat super dari The Vicious 6. Audisi tersebut menjadi awal pembuka konflik yang semakin membesar dan berjalan rumit. Apalagi, seorang pendendam di masa lalu muncul menuntut balas, serta keinginan dari para Minion itu sendiri demi membuktikan loyalitasnya kepada Gru.

Film Minions 2: The Rise of Gru patut diapresiasi karena mampu menampilkan gambaran latar waktu tahun 1970-an dalam bentuk animasi yang detail, mulai dari gaya rambut kribo, kostum berwarna-warni dengan celana cut bray, hingga musik-musik easy listening yang diputar menggunakan piringan hitam.

 Baca Juga: Ezra Miller Lagi-Lagi Bikin Ulah, Kali ini Serang Wanita Jerman

Ciri khas film ini, yang tentu saja berkiblat pada Despicable Me, adalah penggunaan alat-alat berteknologi canggih untuk menjaili seseorang, mencuri benda berharga yang memiliki sistem pengamanan berlapis, serta bertarung melawan sesama penjahat maupun para penegak hukum. Semua itu dipermanis unsur kekayaan budaya oriental yang penuh filosofi dalam wujud Kung fu, 12 binatang yang mewakili shio, serta kemeriahan perayaan tahun baru Imlek.

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Jurnalis Berevolusi menjadi Kuli Tinta

Rabu, 21 September 2022 | 22:17 WIB

Belajar Survive dari Pandji Pragiwaksono

Kamis, 15 September 2022 | 17:42 WIB

Belajar Realistis dari Jon Snow di Series Game of Thrones

Selasa, 13 September 2022 | 14:18 WIB

Jangan Jadikan Golput sebagai Tameng Politik

Selasa, 13 September 2022 | 12:43 WIB

Jangan Mati Sebelum Manga One Piece Tamat

Sabtu, 10 September 2022 | 23:30 WIB
X