• Jumat, 30 September 2022

Kopral Kobongan, dan Lagu Boikot Pemilunya

- Kamis, 3 Februari 2022 | 13:46 WIB
Sebenarnya band yang bergenre Anarko Punk ini memiliki sisi positif di setiap lirik yang ada di dalam lagu Boikot Pemilu (Dokumen: Candra Muhammad Yusuf Aldars)
Sebenarnya band yang bergenre Anarko Punk ini memiliki sisi positif di setiap lirik yang ada di dalam lagu Boikot Pemilu (Dokumen: Candra Muhammad Yusuf Aldars)

VOLKPOP.CO - Mari kita bergandeng tangan, kepalkan tangan dan siap tuk melawan. Sepenggal lirik yang cukup familliar di telinga para punkers tanah air. Kalimat ini dipantenkan sebagai seruan untuk mereka agar bergandeng tangan bersama-sama mengumpulkan jiwa, raga, dan tenaga jadi satu untuk melawan rezim para pemimpin yang berkuasa. Eeettttssss... Tapi, ini hal yang salah dan masih tetap saja menjadi pedoman masyarakat.

Sebenarnya, band yang bergenre Anarko Punk ini memiliki sisi positif di setiap lirik yang ada di dalam lagu Boikot Pemilu.

Lagu yang dirilis pada tahun 2008 ini pada dasarnya mengajak masyarakat untuk melakukan Pemilu Damai. Kok bisa lagu dengan judul Boikot Pemilu sebenarnya berartikan Pemilu Damai?

Baca Juga: Timbulkan Kerumunan, Konser Tri Suaka Langgar Prokes Bikin Wisata Kukulu Ditutup 3 Hari

Ya, lagu dari Kopral Kobong ini tercipta untuk menyampaikan suara-suara para kaum merdeka, namun masyarakat sering menganggap lirik lagu ini berbau ajakan untuk pasif dan tidak memilih calon-calon pemerintah ketika pemilu diselenggarakan atau golput.

Apalagi tahun 2019 adalah tahun politik, di mana tahun ini akan diselenggarakan Pemilihan Presiden yang memiliki dua kandidat sebagai calonnya yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Tapi coba kita cerna baik-baik makna dari setiap lirik lagu Boikot Pemilu.

Sebenarnya band yang bergenre Anarko Punk ini memiliki sisi positif di setiap lirik yang ada di dalam lagu Boikot Pemilu (Dokumen: Candra Muhammad Yusuf Aldars)

Boikot semua bentuk pemilu, karena tak perlu banyak korban baru, cobalah lihat contoh di Maluku pendukung saling bunuh demi nafsu, apakah ini pantas untuk terjadi, jika semua rakyatnya siap untuk mati.

Lirik ini memiliki arti yang cukup nyentrik, di mana mereka mengorasikan untuk boikot saja pemilu di negeri ini jikalau harus mengorbankan rakyat sendiri. Rakyat yang saling baku hantam dengan yang lain sampai nyawa taruhannya dengan alasan millitan terhadap partai atau paslon yang didukung. Padahal sesama warga Indonesia, apa ini pantas terjadi?

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bowsprit Sail Rilis Album Perdana Berjudul Fantasi Bahari

Selasa, 27 September 2022 | 08:21 WIB

Bergalau Ria bareng Febinda Tito dalam Single Berantakan

Jumat, 23 September 2022 | 21:30 WIB

Gawat, 2 Album Naif Diupload Tanpa Ijin

Kamis, 22 September 2022 | 20:57 WIB

Pelin Beberkan Sisi Aslinya dalam MV Luka & Obat

Jumat, 16 September 2022 | 18:34 WIB

Bring Me The Horizon Berencana Garap EP Post Human

Kamis, 15 September 2022 | 23:59 WIB
X