• Senin, 28 November 2022

Rukun Tani Sumberejo Pakel Menanam Bersama di Area Lindung Pendudukan

- Rabu, 28 September 2022 | 11:15 WIB
Rukun Tani Sumberejo Pakel bersama WALHI Jawa Timur, LBH Surabaya, dan jaringan solidaritas lain, menggelar penghijauan di area lindung lahan reklaiming. Mereka menanam berbagai jenis bibit tumbuhan di lokasi tersebut (WALHI Jawa Timur)
Rukun Tani Sumberejo Pakel bersama WALHI Jawa Timur, LBH Surabaya, dan jaringan solidaritas lain, menggelar penghijauan di area lindung lahan reklaiming. Mereka menanam berbagai jenis bibit tumbuhan di lokasi tersebut (WALHI Jawa Timur)

VOLKPOP.CO - Rukun Tani Sumberejo Pakel bersama WALHI Jawa Timur, LBH Surabaya, dan jaringan solidaritas lain, menggelar penghijauan di area lindung lahan reklaiming. Mereka menanam berbagai jenis bibit tumbuhan di lokasi tersebut.

Warga yang tergabung dalam Rukun Tani Sumberejo Pakel, Desa Pakel, Banyuwangi berupaya merebut kembali lahan seluas 271,6 hektar yang dikuasai oleh PT Bumisari, untuk sekitar 800 petani tak berlahan, memang berkomitmen untuk merawat lahan dan mata air.

Penanaman itu dilakukan di dua titik wilayah yakni area Taman Glugo dan Pongkor. Salah satu motivasi warga dalam penanaman ini adalah untuk mencegah bencana, merawat lahan resapan, dan sumber mata air yang menjadi tumpuan kehidupan warga Desa Pakel.

"Penanaman ini dilakukan warga Pakel sebagai bagian tanggung jawab kami dari Rukun Tani yang merebut Bumisari agar lebih baik. Kegiatan ini tidak bisa lepas dari dukungan banyak pihak dari WALHI Jawa Timur, LBH Surabaya, dan jaringan solidaritas," terang Sujinah, anggota Rukun Tani Sumberejo Pakel, Selasa (27/9/2022).

Apa yang disampaikan Sujinah juga dikuatkan Herman, anggota Rukun Tani, ia mengatakan bahwa kawasan ini sudah tampak hijau, untuk semakin menambah keasriannya, warga berinsiatif menambah pohon di sana. Serta menunjukkan apabila Rukun Tani benar-benar peduli dengan lingkungan hidup. "Penanaman ini untuk merawat air dan mencegah longsor sebagai kegiatan pertama," ujar Herman.

Lebih lanjut, Harun, Ketua Rukun Tani Sumberejo Pakel mengatakan bahwa di lahan atas lahan reklaiming, terdapat tiga sumber mata air dengan tipe "dalam" dan "dangkal". Sumber tersebut yaitu Sumber Tetelan, Sumber Singkik, dan Sumber Koong yang masuk di wilayah Taman Glugo. Ia menambahkan, debitnya tidak sederas dulu, sekarang tampak relatif mengecil.

Berkurangnya debit sumber mata air menurut warga dan Harun, diakibatkan mulai hilangya pohon besar yang usianya mencapai ratusan tahun. Karena rata-rata di sekitar mata air ditanami jenis mahoni dan kopi saja.

"Rata-rata tanaman mahoni dan kopi, dulu ada pohon beringin, garu, jagir, paling banyak dipotong bumisari adalah beringin dan jagir, dipotong untuk kepentingan perkebunan. Sementara itu, pohon mahoni ternyata untuk dipotong dan dijual pada rata-rata umur 7-10 tahun," jelas Harun.

Sumber air di tempat ini pada dasarnya dimanfaatkan oleh warga Desa Pakel khususnya mereka yang tinggal di Dusun Dorenan sekitar 777 warga dan Dusun Pakel 500 warga. Karena khawatir semakin mengerjng maka warga menanam kembali di lahan tersebut untuk menambah vegetasi.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Artikel Terkait

Terkini

Sail Tidore 2022, Keindahan dari Indonesia untuk Dunia

Jumat, 25 November 2022 | 15:25 WIB

Makna simbolis yang ada pada Ondel-ondel Betawi

Sabtu, 19 November 2022 | 19:03 WIB

Mengenal Tari Cegak dan Asal Muasalnya

Jumat, 18 November 2022 | 19:44 WIB
X