• Jumat, 30 September 2022

Komunitas Kediri Pantau Kesehatan Sungai Bruno Melui Biolitik

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:40 WIB
Komunitas Kediri Pantau Kesehatan Sungai Bruno Melui Biolitik (Ecoton)
Komunitas Kediri Pantau Kesehatan Sungai Bruno Melui Biolitik (Ecoton)

VOLKPOP.CO - Sekitar 10 Komunitas yang terdiri dari Ecoton, Yayasan Hijau Daun Mandiri, Rumah Zakat, Kediri Ben Resik, BEM UNIKA, Mapala Pelita UNP, Brigade Popok, Envigreen Society, dan komunitas Ijo Royo-royo, melakukan pemantauan kesehatan sungai di wilayah desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dengan menggunakan serangga air sebagai indikator kesehatan sungai.

Baca Juga: Mantan Pengacara Bharada E Sebut Putri Chandrawati Siapkan Uang Rp1 Miliar untuk Bunuh Brigadir J

Biotilik adalah metode pemantauan kesehatan sungai dengan menggunakan indikator makro invertebrata, hewan tidak bertulang belakang, seperti bentos, capung, udang, siput, dan cacing. Hasil pemantauan biotilik dapat memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Perjuangan Move On Chintya Gabriella dalam Lagu Tak Apa Tanpamu

Staff Edukasi Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengatakan biotilik merupakan metode yang mudah digunakan karena hanya memerlukan pengambilan sampel biota di dasar, tepian sungai, atau yang menempel di bebatuan atau substrat. Biota yang ditemukan tinggal dicocokkan dengan biota yang tertera dalam gambar panduan yang terdapat di dalam buku panduan.

"Untuk selanjutnya, biota yang didapat dikelompokkan menjadi biota yang tidak toleran (sensitif, Red) terhadap pencemaran dan biota yang toleran (tidak sensitif, Red) terhadap pencemaran," katanya, Minggu (14/08/2022).

Baca Juga: Kejahilan Seniman Agan Harahap Edit Foto Ferdy Sambo untuk Kecoh Warganet

Keberadaan biota yang sensitif dengan pencemaran mengindikasikan bahwa kondisi suatu sungai masih tetap bagus kualitasnya atau tidak tercemar, seperti larva kunang-kunang atau larva capung. Sedangkan biota yang tidak sensitif terhadap pencemaran menandakan bahwa sungai telah sakit dan tercemar, di antara biota ini adalah cacing tanah atau cacing darah dan cuncum.

Komunitas Kediri Ben Resik, Ita Sulistiorini, mengatakan bahwa kegiatan biotilik sangat bagus untuk mengetahui tingkat Kesehatan sungai apakah tercemar atau tidak tercemar, dan mengetahui biota yang ada di sungai. "Kegiatan ini cukup mudah dilakukan dan direplikasi oleh komunitas lain sehingga kita bisa melihat Kesehatan sungai dengan menghitung dan mengelompokkan serangga air yang ada di lokasi pemantauan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BBM Naik, Nelayan Panik

Selasa, 27 September 2022 | 20:00 WIB
X