• Jumat, 30 September 2022

Diduga Warga PSHT Bentrok dengan Warga di Malang

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 15:22 WIB
Ilustrasi kelompok pembuat kerusuhan berbaju hitam-hitam. (Pinterest @Rufahru)
Ilustrasi kelompok pembuat kerusuhan berbaju hitam-hitam. (Pinterest @Rufahru)

VOLKPOP.CO - Rombongan yang diduga warga PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang melakukan konvoi di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Minggu (07/08/2022) terlibat kerusuhan dengan warga sekitar. Menurut keterangan saksi-saksi, warga merasa terusik dengan rombongan konvoi pengesahan anggota baru dan peringatan 1 abad PSHT.

Ketua RT.08/RW.03 Jalan Sudanco Supriadi Gang Keramat, Yuli Budiono (51) mengatakan rombongan perguruan pencak silat itu masuk ke perkampungan dan melempari rumah warga dengan paving. 

"Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dinihari tadi. Mereka berjalan dari arah selatan ke utara sambil menggeber-geber sepeda motor," terang Yuli saat dikonfirmasi pada Minggu (07/08/2022).

Karena dinilai mengganggu warga yang masih berisitirahat, seorang warga bernama Faisol (17) meminta rombongan itu tidak berisik. Bukannya mendapat sambutan baik, ia justru diserang dan dipukuli.

Kerusuhan di Jalan Sudanco Supriadi, Kota Malang, yang tertangkap kamera. (Facebook)

Yuli menduga rombongan pendekar itu tidak terima ditegur pria 17 tahun ini. Sementara Faisol yang tidak memiliki dasar beladiri langsung terkapar. Sebenarnya Faisol sempat akan ditolong dan ditolong oleh salah seorang warga bernama Mustofa (30), tapi urung karena Mustofa juga terancam dihajar. Ia lalu kabur ke arah Jalan Sudanco Supriadi Gang Keramat.

"Sementara warga yang hendak menolong juga dipukuli. Lalu saat kami mau menolong dengan membawa masuk ke perkampungan, ternyata rombongan itu juga ikut masuk ke dalam gang," bebernya.

Tak berhenti di situ, anggota rombongan itu juga melempari rumah-rumah warga dengan batu paving. Jelas saja batu-batu tersebut mengenai beberapa rumah warga, untungnya tidak ada yang rumah yang mengalami kerusakan parah atau warga yang terluka lagi karena lemparan tersebut.

"Mereka tidak hanya melempari warga dengan paving, tapi juga mengancam dengan senjata tajam seperti golok dan samurai. Senjata-senjata itu bahkan diseret ke jalan seolah-olah menantang warga," bebernya.

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BBM Naik, Nelayan Panik

Selasa, 27 September 2022 | 20:00 WIB
X