Kematian Ayah Tak Dianggap Pemerintah

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:52 WIB
Ilustrasi nol kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Surabaya dan Kota Malang (Dicky Hanafi dari Volkpop)
Ilustrasi nol kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Surabaya dan Kota Malang (Dicky Hanafi dari Volkpop)

CATATAN: Tulisan ini merupakan hasil peliputan kolaboratif yang dilakukan oleh enam orang jurnalis di Kota Surabaya dari berbagai media arus utama: CNN Indonesia, Harian Kompas, IDN Times, Project Multatuli dan Volkpop.


"SAYA ingin mempertanyakan,” 

Raut wajahnya tampak getir.

“Apa alasannya di tanggal 13 tidak ada angka kematian sama sekali?” katanya.

“Kenapa kematian ayah saya yang meninggal karena Covid-19 ditutupi?”

*

Mega Mustika. Kehilangan ayahnya, Sudirman, 56 tahun, pada tanggal 13 Juni 2021. Tepat di antara bulan itu, Juni-Juli, gelombang pandemi Covid-19 sempat berkecamuk untuk kedua kalinya. Sudirman menjadi korban.

Tentu saja, Mega dan keluarga begitu terpukul, sesak, dan wajah mereka tampak sembab karena kehilangan sosok ayah. Isak tangis sempat mewarnai rumah duka di Jalan Karang Poh, Tandes, Kota Surabaya.

“Ayah memang meninggal karena Covid-19 di RSAL tanggal 13 Juni 2021. Ada surat kematian yang menyatakan karena Covid-19,” ucap Mega.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Terkini

IDI akan Kaji Fungsi Ganja Medis di Indonesia

Senin, 4 Juli 2022 | 17:04 WIB

LK21 dan Drakorindo Dipolisikan Vidio

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:53 WIB

Jalan Panjang Legalisasi Ganja di Indonesia

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:19 WIB

Djakarta Warehouse Project Kembali

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:27 WIB

Nestapa Warga di Jalur Kereta

Jumat, 24 Juni 2022 | 16:26 WIB

Seorang Pendaki Asal Malang Hilang di Gunung Bromo

Selasa, 21 Juni 2022 | 11:05 WIB
X