• Senin, 28 November 2022

Film 'Before, Now & Then (Nana)': Pemenang Festival Film Indonesia 2022

- Kamis, 24 November 2022 | 13:02 WIB
Poster Film Before, Now & Then (Nana) Pemenang Festival Film Indonesia 2022 (Instagram @fourcoloursfilms)
Poster Film Before, Now & Then (Nana) Pemenang Festival Film Indonesia 2022 (Instagram @fourcoloursfilms)

 

VOLKPOP.CO – Film Before, Now & Then (Nana) berhasil meraih penghargaan sebagai film cerita panjang terbaik dalam Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 yang diselenggarakan pada Selasa, 22 November 2022. Film ini mengalahkan 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' yang juga meraih lima piala citra untuk kategori sutradara, penulis skenario, penata artistik, dan pemain terbaik. Bahkan, film ini juga mengalahkan 'Ngeri-Ngeri Sedap' yang sudah masuk nominasi piala Oscar. Seperti apa sih film Before, Now & Then (Nana) dan mengapa film ini bisa menjadi film terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022?
 
Film ini disutradarai oleh Kamila Andini yang karya-karyanya selalu berhasil menorehkan prestasi seperti Laut Bercermin (2011), Sekala Niskala (2017), Angel Sign (2019), dan Yuni (2021). Menariknya, film ini diadaptasi dari novel biografis tentang Raden Nana Sunani karya Ahda Imran berjudul Jais Darga Namaku. Raden Nana Sunani sendiri adalah ibu dari Jais Darga yang juga turut berperan dalam pembuatan film ini. Oleh karena mengangkat budaya Sunda, film ini menjadi film berbahasa Sunda pertama yang berhasil memenangkan FFI. Film ini juga mengangkat isu tentang perempuan, dimana seorang perempuan ingin memerdekakan dirinya dari budaya patriarki yang sangat kental pada zaman itu. 
 
 
Sebelumnya, 'Before, Now & Then (Nana)' sudah meraih berbagai penghargaan yaitu berhasil menyabet dua penghargaan dari Berlin International Film Festival 2022 untuk kategori Best Supporting Performance dan Brussels International Film Festival2022 untuk kategori International Competition. 
 
Selain itu, film ini juga dibintangi oleh aktor dan aktris ternama yang tidak diragukan lagi aktingnya seperti Happy Salma, Ibnu Jamil, Laura Basuki, Arawinda Kirana, Rieke Diah Pitaloka, Arswendy Bening Swara, dan Chempa Putri. 
 
Film berawal dari kisah seorang perempuan bernama Nana (Happy Salma) yang tidak dapat lepas dari trauma masa lalunya. Ia kehilangan keluarga yang dicintainya pada masa perang di Jawa Barat, karena ia harus melarikan diri dari kawanan orang yang memburunya. Pasca perang, Nana memutuskan menetap di Bandung dan menikah lagi dengan seorang lelaki yang jauh lebih tua. Keluarga suami keduanya itu sangat kaya sehingga Nana kerap dipandang rendah. Keadaan yang tidak nyaman tersebut, membuat Nana sangat menyadari akan perannya. Ia dituntut selalu bersikap lembut dan patuh kepada suaminya. Baik sebagai istri maupun ibu. Suatu saat, Nana bertemu Ino (Laura Basuki) (perempuan simpanan suaminya). Karena kesamaan nasib, mereka pun saling mendukung sebagai sesama perempuan.
 
 
Film ini bukan sekadar menceritakan drama seorang perempuan dengan masa lalunya, tetapi juga bagaimana Nana mengalami masalah mental yang timbul dari trauma masa lalunya. Beberapa kejadian buruk membuat Nana merasa gagal sebagai seorang perempuan. Apalagi di zaman itu, perempuan dicap sebagai pengurus rumah tangga yang hanya mengurus dapur dan anak. Film ini menggambarkan perjalanan seorang perempuan untuk menemukan kemerdekaan atas dirinya, bukan hanya terbebas dari kemelut hidup, melainkan juga bebas menentukan kebahagiaannya sendiri. 
 
Dengan pengemasan yang sangat apik dari segi sinematografi, editing, artistik, dan musik, serta sesuai dengan tema FFI 2022 yaitu "Perempuan Citra, Karya & Karsa", 'Before, Now & Then' pun berhasil menjadi film cerita panjang terbaik.
 
Before, Now & Then (Nana) juga rencana akan tayang di bioskop Amerika Utara pada awal 2023, dan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) diklasifikasikan untuk penonton usia 17 tahun ke atas.
 
Reporter: Mirasantika Insafilillah
Editor: Yoni Prawardayana
 
 
 

Editor: Yoni Prawardayana

Sumber: Instagram, lsf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X