Catatan Harian: Mendengar Cerita tentang Penjara Kalisosok yang Kental Sejarah

- Jumat, 11 November 2022 | 15:47 WIB
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)

 

VOLKPOP.CO - MEMBAHAS perjuangan arek-arek Suroboyo, gencatan senjata antar serdadu, perang alutsista, invansi wilayah serta kemerdekaan negara, tak pernah lepas dari perbincangan soal tahanan dan penjara. Salah satunya, ‘Penjara Kalisosok’ yang ada di Jalan Kasuari Nomor 5 Krembangan Kota Surabaya.

 Dibangun tahun 1750, sejak masa kongsi dagang ‘Vereenigde Oostindische Compagnie’ (VOC). Merupakan penjara yang dipakai secara aktif pada masa penjajahan Belanda hingga Jepang. Tatkala revolusi tahun 1945, penjara tersebut mengalami insiden ‘Kapten Huijer’ yakni peristiwa saat wakil sekutu menginjakkan kaki pertama kali di Kota Surabaya hingga menjadi lokasi para pejuang ditahan.

 Penjara Kalisosok dulu menjadi tempat penahanan tokoh-tokoh penting kemerdekaan RI seperti Soekarno, Wage Rudolf Supratman, Kiai Haji Mas Mansur, HOS Cokroaminoto, dan sosok pentolan lainnya. Terletak di Surabaya Utara, Penjara Kalisosok dibangun saat masa penjajahan Belanda di Indonesia. Bangunannya kini sudah tampak tua, ada di tepi jalan raya, tak banyak menjadi perhatian pengendara.

 Lebih dalam, Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum, selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya menegaskan bahwa aktivis pers keturunan Tionghoa Kwee Tiam Tjing juga pernah mendekam di penjara tua itu.

 “Wujud penjara zaman kolonial di Kota Surabaya yang dikenal dengan nama ‘Penjara Kelisosok’. Di penjara tersebut pula, aktivis pers keturunan Tionghoa bernama Kwee Tiam Tjing, disekap selama beberapa bulan,” terangnya, Kamis (08/07/2021).

 Di sisi lain, saya mengamati bangunan Penjara Kalisosok yang telah masuk di kategori Cagar Budaya Kota Surabaya itu begitu lusuh dan tidak terawat. Arsitektur, desain dan bentuk bangunan masih tampak seperti nada-nada kolonialisme masa lampau. Tapi, dinding, pintu, pelat, atap dan pagar tampak kusam hingga berkarat.

 Prof Purnawan menjelaskan bahwa di dalam Penjara Kalisosok ada ruang berukuran kecil. Yang mungkin hanya muat dua-tiga orang saja. Saya membayangkan, betapa berdesak-desakan, sumpek dan gerah suasana tahanan yang ada di dalam Penjara Kalisosok di masa itu.

 “Ruang penjaranya amat kecil, karena ruang berukuran kira-kira 2,5 meter x 5 meter dibagi menjadi dua yakni depan dan belakang. Sehingga tak terbayangkan susahnya jika ruang tersebut diisi beberapa orang,” ujarnya.

 Penjara Kalisosok Terkenal Menyeramkan

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Artikel Terkait

Terkini

Menjelajahi Culture shock Non Kpopers Tentang KPOP

Sabtu, 19 November 2022 | 18:40 WIB

Pengalaman Iseng Hubungi Layanan Berhenti Merokok

Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Pecahan Trauma yang Tak akan Pernah Hilang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Malam Minggu Derita di Stadion Kanjuruhan Malang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:49 WIB
X