Catatan Harian: Berawal dari Mengoleksi Buku, Bikin Candu Kupas UFO dan Alien

- Jumat, 30 September 2022 | 16:24 WIB
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)

 

VOLKPOP.CO - MEMBACA buku sungguh menjadi hobi banyak orang. Lebih menawan lagi, apabila kegemaran membaca buku itu berpadu dengan minat-minat mengupas misteri Unidentified Flying Object (UFO) dan alien. "Saya suka membaca dari sekolah dasar, dan menyukai UFO sejak SMP," kata Nur Agustinus (56), kolektor ribuan buku tentang UFO dan alien.

Saat SMP, Nur sudah cakap menulis artikel untuk majalah. Honor dari menulis ia gunakan untuk membeli buku. Animonya pada UFO dan astronomi, amat tinggi. "Saya membeli buku-buku UFO, yang waktu itu banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sejak tahun 1979," imbuh lelaki kelahiran April 1966 tersebut.

Hobi mengoleksi ribuan buku ihwal UFO dan alien, berangkat dari tekadnya pada disiplin Astronomi. "Tahun 1979, ada berita penampakan UFO di Selandia Baru, hal itu membikin saya tertarik. Kemudian, ada juga buku-buku tentang astronaut dari luar angkasa di zaman dahulu yang ditulis oleh Erich von Daniken," tuturnya.

Kebetulan, Nur tak sekadar mengoleksi buku-buku tentang UFO dan alien. Tapi, korpus literasi yang berkaitan dengan makhluk bermata lebar itu paling banyak mengisi rak-rak wacananya. "Saya suka buku karena sumber informasi yang baik. Saya juga suka melakukan riset dan penelitian, sehingga buku sangat dekat dengan diri saya," jelas lelaki asli Surabaya tersebut.

Buku yang dimiliki Nur ada ribuan. Ia sendiri tak bisa mengingat jumlahnya berapa, apalagi orang lain. Koleksinya diperoleh dari banyak tempat, ada yang dari toko buku, lapak buku bekas di tepian jalan, dan selebihnya diperoleh dari penjual 'marketplace online'.

"Belakangan, sangat terbantu dengan lapak buku bekas, yang bisa dibeli secara 'online'. Selain itu, ada juga buku-buku yang didapat dari luar negeri, terutama lewat adik saya yang ada di Amerika Serikat," tuturnya.

Bayangan banyak orang, alien tampak berkepala besar, matanya lebar dan gelap, jemari yang panjang, perut kelihatan tulang rusuk, serta warna kulit yang menyerupai abu-abu dan kebiruan, menjadi atribut pembangkit rasa-rasa misterius mempelajari UFO.

Di Amerika Serikat, fenomena UFO dan Unidentified Aerial Phenomena (UAP) sudah mulai diakui, bahkan oleh pemerintah. Hal itu, mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih memperhatikan fenomena ihwal UFO dan alien.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Artikel Terkait

Terkini

Menjelajahi Culture shock Non Kpopers Tentang KPOP

Sabtu, 19 November 2022 | 18:40 WIB

Pengalaman Iseng Hubungi Layanan Berhenti Merokok

Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Pecahan Trauma yang Tak akan Pernah Hilang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Malam Minggu Derita di Stadion Kanjuruhan Malang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:49 WIB
X