• Senin, 28 November 2022

Catatan Harian: Ingatan Romantis tentang Miniatur Negara Kampus dan Pers Mahasiswa

- Senin, 19 September 2022 | 01:57 WIB
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)

VOLKPOP.CO - "ADA yang paham trias politica?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba masuk ruangan tanpa permisi, entah siapa gerangan. Ia memakai kaos hitam bergambar tengkorak bagaikan orang yang mau menonton konser musik metal. Rambutnya acak-acakan. Apalagi, ia tidak mengenakan almamater seperti panitia yang lain. Tampaknya lupa membawa, karena tidak berselang lama, ada panitia yang gupuh melepaskan almamater untuk dipinjamkan ke dirinya.

Lelaki itu agak buncit. Kira-kira tingginya 175 cm, sedangkan beratnya 80 kg. Tidak tahu lagi kalau perkiraanku salah, tapi sepertinya mendekati betul. Wajahnya tampak tegas, gagah, dan cerdas. Auranya terasa berbeda dengan panitia lain, seperti punya kharisma yang tak biasa. Dari kaos yang dikenakan, sosoknya kelihatan rebel dan tukang kritik andal. Mengenai siapa namanya, angkatan tahun berapa, mengikuti organisasi apa, menjabat sebagai apa, aku tidak tahu. Agaknya ia bukan orang sembarangan di sini.

Banyak mahasiswa baru yang bertanya siapa gerangan. Wajah lelaki itu banjir keringat. Aku pikir, ia kelelahan akibat terlalu sibuk menjadi panitia orientasi. Kemungkinan yang lain, dirinya gugup, karena berhadapan dengan orang sebanyak ini. Tapi, bisa juga karena suhu yang mendadak panas, lantaran pendingin ruangan tak sanggup lagi mempertahankan temperatur agar tetap sejuk. Buntut dari 120 orang berjubel di tempat yang hanya memiliki luas sekitar 36 meter persegi.

Suasana masih bungkam, tak ada yang menjawab pertanyaan itu. Entah karena memang tidak tahu, atau banyak teman-teman yang malas menjawab saja. Kami juga berupaya mengurangi hal-hal bodoh agar imej di mata teman-teman baru tidak jelek. Nanti tidak punya teman di kampus, atau paling menyesakkan tidak ada yang mau gumbul. Lebih baik diam, ketimbang salah menjawab dan disaksikan banyak orang. Ditambah, kelas dua belas dulu aku ambil jurusan IPA, istilah itu sangat asing di telinga.

Di tengah heningnya ruangan, spontan ada yang mengangkat tangan dan bikin semua orang di barisan kami tertuju padanya. Ternyata temanku, namanya Joko. Asli Jambi. Ia menjawab pertanyaan lelaki itu secara singkat, padat, dan bagiku belum jelas. Bahwa trias politica merupakan pilar demokrasi yang terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tak disangka, jawaban Joko benar. Lelaki gemblung tadi tampak membetulkan almamater yang dipinjam dari panitia sembari memasang wajah yang begitu serius. Apa yang mau ia jelaskan?

Ratusan pasang mata memburunya. Dengan suara lantang, ia mulai pemaparan dengan kalimat yang kemudian aku ingat terus hingga sekarang. Kalimat itu berbunyi, "Kampus merupakan miniatur negara, kampus ialah wahana bermain," lantas dilanjutkan dengan dalil-dalil filsafat tentang trias politica besutan John Locke dan Montesque. 

Yang membedakan kedua tokoh itu, pemikiran tentang peran dari pilar yudikatifnya. Aku mengernyitkan dahi, tak paham sama sekali apa yang dijelaskan. Kemudian, lelaki itu memberi bumbu berupa postulat penting bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi.

Ia juga mengenalkan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik. Namanya, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Alam Tara. Aku tidak paham, organisasi macam apa yang dijelaskan lelaki itu. Alam Tara apa? Namanya mirip salah satu kalimat yang ada di surah dalam Al-Quran.

Tapi, tak pernah dengar sama sekali soal LPM ketika berseragam putih abu-abu dulu. Aku tidak punya minat bergabung di organisasi itu, tapi aku masih penasaran dengan latar belakang lelaki yang menjelaskan miniatur negara kampus tersebut.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Artikel Terkait

Terkini

Menjelajahi Culture shock Non Kpopers Tentang KPOP

Sabtu, 19 November 2022 | 18:40 WIB

Pengalaman Iseng Hubungi Layanan Berhenti Merokok

Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Pecahan Trauma yang Tak akan Pernah Hilang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Malam Minggu Derita di Stadion Kanjuruhan Malang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:49 WIB
X