• Senin, 28 November 2022

Catatan Harian: Obrolan Acak di Warkop K3 tentang Kampung Kota Merekam

- Minggu, 18 September 2022 | 10:28 WIB
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)

VOLKPOP.CO - MALAM itu, 8 April 2022, aku lupa siapa yang mengajak bertemu terlebih dulu; aku atau Biber. Kami berencana untuk bersua di Warkop K3, dekat Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Lokasinya, di bagian depan jalan arah masjid Telkom Ketintang; salah satu tempat ibadah dengan kamar mandi dan barisan kran wudhu yang bersih.

Suasana di Ketintang tidak pernah sepi, bagai miniatur Jakarta yang dipotret dalam wujud kampung. Kendati liburan semester, banyak mahasiswa yang berkelindan di sana. Ada yang membeli makanan seperti seblak, mie ayam, nasi goreng, roti bakar, bakso, telur gulung, atau sekadar nongkrong dengan kerabat mereka di tempat kopian.

Aku sering mampir ke Unesa Ketintang ketika ada kawan-kawan pers mahasiswa dari kota lain yang berkunjung ke Surabaya. Ketintang itu mirip Wonocolo di UIN Sunan Ampel, semua pusat kegiatan dan perekonomian warga berputar di kedua kampung itu, karena dekat kampus. Sebagian besar mata pencaharian mereka sebagai penjual keliling, membuka toko, membuka jasa pengetikan, dan analisis Bab 4 dari tugas akhir Skripsi mahasiswa.

Berbeda dengan Unesa Lidah, karena lokasinya yang ada di dekat jalan arah perbatasan Gresik, suasana di sana relatif sepi dan tidak sepadat Unesa Ketintang; tidak banyak toko, kos, atau tempat untuk fotokopi, kecuali menyebrang ke kampung sebelah di Babatan. Tapi, di beberapa sudut belakang kampus ada tempat kopi yang memiliki suasana bak pedesaan, namanya Wak Suroto; aku dan Primo sering mampir ke sana.

Ketika sampai di Warkop K3, ternyata Ulung dari BP Advokasi PPMI Dewan Kota Surabaya ikut mengobrol dengan kami. Duduk di meja luar dan menyalakan rokok, kami mulai membahas banyak hal. Biber memiliki rencana membikin project Kampung Kota Merekam (KKM), mengadopsi hasil garapan Evi Mariani di Jakarta dengan Islam Bergerak dan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK).

Berbekal topik-topik dan usulan yang dibahas di Kafe Komunitas bersama Arkom Jawa Timur, Biber ingin membikin project KKM yang dikerjakan secara cair, dinamis, dan tidak ada tenggat waktu. Pikirnya, semua yang terlibat di dalam barisan juga memiliki kesibukan masing-masing, ada pekerjaan yang diprioritaskan, sehingga tidak dapat menuntut mereka untuk menuntaskan project dengan cepat.

Aku menyambut baik ide dari Biber. Ia juga bilang bahwa perlu melibatkan kawan-kawan pers mahasiswa, selain karena kompetensi yang diperlukan terkait jurnalistik dan publikasi media, project KKM bakal menambah pengalaman mereka dalam mengerjakan kolaborasi besar. Belum ada gagasan yang lebih elaboratif dan genting untuk dipakai sebagai latar belakang project KKM dalam percakapan malam itu, tapi pikirku ide-ide itu cukup menarik untuk dieksekusi.

Surabaya memiliki beragam kampung; ada kampung yang tumbuh di stren kali daerah pintu air Jagir, ada pula yang berdampingan dengan tempat pembuangan sampah di Keputih, pemukiman padat penduduk di pinggir rel kereta api, atau kampung yang terlibat konflik penggusuran tanah seperti Tambak Bayan melawan Hotel V3 dan Waduk Sepat akibat dominasi segelintir orang di partai politik dan Ciputra. Dolly sebagai kampung eks prostitusi sempat menarik perhatian kami, dan lain-lain.

Kami belum menentukan pasti, kampung mana saja yang bisa mewakili seluruh gejolak di Surabaya. "Kita tidak mungkin bisa mengambil beberapa kampung untuk mewakili, karena persoalan di Surabaya beragam. Kita hanya bisa memberi tahu sebagian saja, simplifikasi, bahwa ada kampung lain yang punya persoalan sama, atau bahkan lebih miris," katanya di kantor WALHI Jawa Timur sekian waktu lalu.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Artikel Terkait

Terkini

Menjelajahi Culture shock Non Kpopers Tentang KPOP

Sabtu, 19 November 2022 | 18:40 WIB

Pengalaman Iseng Hubungi Layanan Berhenti Merokok

Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Pecahan Trauma yang Tak akan Pernah Hilang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Malam Minggu Derita di Stadion Kanjuruhan Malang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:49 WIB
X