• Senin, 28 November 2022

Catatan Harian: Surat Permintaan Maaf untuk Pernikahan dan Kasus-kasus Pelecehan Seksual

- Selasa, 13 September 2022 | 13:51 WIB
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)
Catatan Harian: Rangga Prasetya Aji Widodo (Dicky Hanafi/Volkpop)

 

VOLKPOP.CO - SURABAYA sedang hujan. Memang tidak seberapa deras, namun sejak pagi sudah tampak gumpalan awan mendung disertai rintik-rintik air. Belakangan suhu di sini dingin, aku tidak tahu faktornya mengapa, tapi kata Primo Rajendra Sekjen PPMI Nasional sebabnya karena pergantian musim. Persis seperti bulan April-Mei 2022 yang lalu.

Mirip suhu udara di sini, hatiku juga menggigil kedinginan. Ada 3-5 teman yang menikah di bulan Juli 2022. Dua orang di antaranya teman dekat selama di LPM dan PPMI, satu orang teman sekelas di jurusan Psikologi, satu orang kakak tingkat selama di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan satu orang lagi kerabat di MAN Surabaya.

Aku tahu, beberapa dari mereka memang sudah menjalin hubungan sejak lama, selama bertahun-tahun. Empat dari mereka mengundangku untuk datang di acara pernikahan, tampaknya aku tidak yakin untuk bisa menghadiri karena satu-dua alasan, atau mungkin karena malas bertemu orang-orang lama di lokasi kondangan saja.

Di usia 25 tahun banyak kegelisahan yang aku rasakan. Soal masa depan, ekonomi, pekerjaan, keluarga, dan rencana pribadi yang masih belum tuntas hingga sekarang. Melihat banyak teman-teman yang sudah menikah, punya anak, sejahtera, dan bahagia dengan keluarga kecilnya, tapi aku masih begini-begini saja, tidak banyak perubahan taraf hidup.

Hampir setiap malam over thinking mengenai hal-hal semacam itu, bikin aku kesulitan tidur dan istirahat. Butuh orang untuk berbagi cerita, obrolan, atau kegelisahan agar lebih lega. Tapi, orang-orang semacam itu tidak mudah ditemukan. Atau, jika ada aku juga tidak bisa sering-sering bercerita, khawatir ganggu mereka juga. Bisa risih dan tidak nyaman.

Kadang aku menemukan teman baru saat mengobrol melalui Twitter, ada orang-orang baik yang aku kenal dari sana. Beberapa mutual lanjut berkirim pesan melalui WhatsApp, sebagian ada yang ingin tetap di direct message Twitter. Kami juga sering bertukar username Instagram untuk saling follow.

Aku sering merasa takut dan menyimpan memori traumatik ketika menjalin relasi dengan perempuan. Menjadi pegiat pers mahasiswa selama 5-7 tahun membikin isu-isu yang dikawal barisan solidaritas meresap di ingatan dan meninggalkan kesan tersendiri, ada yang negatif dan positif. Yang repot itu saat mengatasi kesan-kesan negatifnya.

Pelecehan seksual menjadi topik yang meramaikan media sosial, forum-forum diskusi, dan karya tulis mulai dari produk jurnalistik, esai, opini, hingga prosa, puisi, cerpen, serta produk-produk sastra lainnya yang sering diangkat di skena-skena tertentu. Pelecehan seksual menjadi perbincangan baru yang penuh kontroversi dan perdebatan nilai-nilai.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Artikel Terkait

Terkini

Menjelajahi Culture shock Non Kpopers Tentang KPOP

Sabtu, 19 November 2022 | 18:40 WIB

Pengalaman Iseng Hubungi Layanan Berhenti Merokok

Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Pecahan Trauma yang Tak akan Pernah Hilang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Malam Minggu Derita di Stadion Kanjuruhan Malang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:49 WIB
X