Layar De Orbit, Teknologi yang Dikembangkan oleh China untuk Kelola Sampah Antariksa

- Sabtu, 26 November 2022 | 18:57 WIB
Layar De Orbit (XInhua)
Layar De Orbit (XInhua)

VOLKPOP.CO – Seiring jumlah peluncuran roket, misi eksplorasi planet, dan aktivitas satelit terus meningkat, sampah yang berada di antariksa pun semakin bertambah.

Banyak pihak berusaha mencari cara untuk mengurangi jumlah puing yang mengorbit Bumi. Kini, China tampaknya sudah menemukan solusinya dengan teknologi "layar" yang baru mulai digunakan.

Dilansir dari Xinhua.com, ratusan juta benda dalam puing-puing yang dihasilkan oleh manusia terus mengitari Bumi, termasuk bagian tubuh roket yang rusak, satelit yang sudah tidak berfungsi, dan pecahan dari peristiwa tabrakan di orbit. Bertekad untuk mengatasi masalah sampah antariksa ini, para ilmuwan kedirgantaraan China berhasil menggunakan "layar" besar untuk membuat wahana antariksa keluar dari orbit (de-orbit) pada akhir masa penggunaannya.

Perangkat de-orbit tersebut adalah perangkat yang menyerupai layar dan terbuat dari film tipis, yang ketebalannya kurang dari sepersepuluh diameter sehelai rambut.

Baca Juga: Pelni Sambung Kerja Sama dengan ITS Kembangkan Teknologi Keamanan Kapal

Saat dilipat, ukurannya hampir setara dengan ukuran telapak tangan orang dewasa, tetapi layar itu dapat dibentangkan hingga mencakup area seluas 25 meter persegi ketika dibuka.

Saat sebuah wahana antariksa dinonaktifkan, layar yang dipasangkan pada wahana itu dapat dibuka secara otomatis. Setelah dibuka, layar itu akan meningkatkan efek gesekan udara, memperlambat laju wahana antariksa itu di orbit dan mempercepat proses turunnya wahana antariksa ke atmosfer Bumi, dimana wahana itu akan terbakar.

Para ilmuwan telah menguji teknologi ini dalam sejumlah misi antariksa. Contoh terbarunya adalah peluncuran roket pengangkut Long March-2D di China barat daya pada 23 Juni lalu, yang mengirim tiga satelit ke orbit. Sebuah layar de-orbit yang dipasang pada roket itu terbuka tiga hari setelahnya.

Ini pertama kalinya sebuah perangkat de-orbit berukuran besar digunakan dengan cara yang telah dipaparkan di atas, menurut Akademi Teknologi Penerbangan Antariksa Shanghai (Shanghai Academy of Spaceflight Technology), yang membuat perangkat tersebut.

Halaman:

Editor: Yoni Prawardayana

Sumber: Xinhua

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenang Sosok Sang Legendaris Sepak Bola Pele

Jumat, 6 Januari 2023 | 07:47 WIB

Keren! Simak Keindahan Negara Maroko

Jumat, 16 Desember 2022 | 19:19 WIB

G7 Tekan Rusia dengan Menerapkan Batas Harga Minyak

Rabu, 7 Desember 2022 | 16:15 WIB

Huru Hara Pengaruh Media Massa di Tiongkok 

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:23 WIB
X