• Senin, 28 November 2022

Bawa Misi Penting, Presidan Iran akan Menghadiri Sidang Umum PBB

- Rabu, 21 September 2022 | 15:51 WIB
Presiden Iran, Ebrahim Raisi, memberi keterangan pers setelah tiba di New York pada Senin (19/9/2022) waktu setempat. (Kantor Berita Iran, IRNA)
Presiden Iran, Ebrahim Raisi, memberi keterangan pers setelah tiba di New York pada Senin (19/9/2022) waktu setempat. (Kantor Berita Iran, IRNA)

VOLKPOP.CO - Presiden Iran, Ebrahim Raisi, tiba di New York pada Senin (19/9/2022) waktu setempat. Agenda Raisi ke New York adalah untuk menghadiri sidang umum ke77 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dilansir dari kantor berita Iran, IRNA, Presiden Raisi punya misi penting dalam sidang Majelis Umum PBB ini. Kali ini, ia akan fokus pada isu sanksi ekonomi.

Presiden Raisi mengatakan kepada para jurnalis setibanya di New York, bahwa sanksi telah menjadi alat negara-negara besar untuk memaksakan kehendak mereka pada negara-negara lain yang lebih kecil. Sanksi semacam ini, menurut Presiden Raisi, bertentangan dengan visi perdamaian dunia

Menurut Presiden Raisi, Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa mulai mengancam Iran dengan sanksi terberat yang pernah ada sejak Revolusi Iran yang pecah tahun 1979. Sanksi-sanksi semacam ini berdampak buruk bagi semua aspek kehidupan masyarakat Iran.

Baca Juga: Temui Sekjen PBB, Menlu RI Retno Marsudi Bahas Isu Global

Presiden Raisi juga menyebut, sektor keuangan dan perbankan, asuransi, energi dan petrokimia, perkapalan, pembuatan kapal, pelabuhan, emas dan logam mulia, perangkat lunak, industri otomotif, pesawat terbang dan jasa terkait, impor permadani dan makanan, industri logam, pertambangan, konstruksi, dan industri tekstur dan, dengan kata lain, hampir semua sektor, telah menjadi sasaran sanksi "gila" negara-negara barat.

Bahkan, selama periode paling parah saat pandemi COVID-19, Amerika Serikat (AS) di bawah Donald Trump telah menghalang-halangi Iran untuk mengakses vaksin.

Saat Presiden Raisi sampai ke New York sekalipun, negaranya masih saja terkena sanksi. AS memberikan sanksi kepada tiga pesawat Boeing 747 Iran yang mengangkut barang ke Rusia.

Washington telah mengklaim bahwa pesawat-pesawat ini telah melanggar kontrol ekspor yang diberlakukan AS terhadap Rusia, sebagai bagian dari sanksi pemerintahan Biden terhadap negara tersebut akibat menginvasi Ukraina.

Halaman:

Editor: Rangga Prasetya Aji Widodo

Sumber: IRNA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Piala Dunia 2022 Dibuka, Begini Peresmiannya

Selasa, 22 November 2022 | 11:03 WIB

Ancaman Nyata Krisis Iklim bagi Filipina

Senin, 21 November 2022 | 12:58 WIB

Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama Konkret Pemimpin APEC

Minggu, 20 November 2022 | 12:33 WIB

Harga Minyak Turun, Pasar Khawatir Permintaan Melemah

Sabtu, 19 November 2022 | 19:19 WIB

Tutup KTT G20, Presiden Jokowi Ungkap Rasa Syukurnya

Jumat, 18 November 2022 | 06:28 WIB
X