• Senin, 28 November 2022

Raja Charles III Naik Tahta, Berikut Negara Persemakmuran Inggris yang Masih Setia

- Rabu, 14 September 2022 | 21:21 WIB
Raja Charles III jadi penguasa baru monarki Inggris. (Instagram @theroyalfamily)
Raja Charles III jadi penguasa baru monarki Inggris. (Instagram @theroyalfamily)

VOLKPOP.CO - Pasca Ratu Elizabeth II mangkat, tahta Kerajaan Inggris jatuh kepada anaknya dengan gelar Raja Charles III sebagai penguasa monarki Inggris saat ini. Kerajaan Inggris memiliki banyak sekali negara persemakmuran, yang secara tidak langsung Raja Charles III menaunginya di bawah Kerajaan Inggris. Persebaran negara persemakmuran Kerajaan Inggris mulai dari Eropa, Asia, Hingga Amerika. Berikut merupakan negara persemakmuran Kerajaan Inggris:

  • Eropa: Siprus, Malta, dan Britania Raya.
  • Karibia dan Amerika: Antigua dan Barbuda, Bahama, Barbados, Belize, Kanada, Dominika, Grenada, Guyana, Jamaika, Saint Lucia, Saint Kitts dan Nevis, Saint Vincent dan Grenadines, serta Trinidad dan Tobago.
  • Afrika: Botswana, Kamerun, Gabon, Gambia, Ghana, Kenya, Kerajaan Aswatini, Lesotho, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Nigerian, Rwanda, Seychelles, Sierra Leone, Afrika Selatan, Togo, Uganda, Republik Persatuan Tanzania, dan Zambia.
  • Asia: Bangladesh, Brunei Darussalam, India, Malaysia, Maladewa, Pakistan, Singapura, Sri Lanka.
  • Pasifik: Australia, Fiji, Kiribati, Nauru, Selandia Baru, Papua Nugini, Samoa, Pulau Solomon, Tonga, Tuvalu, Vanuatu.

Baca Juga: Hal-Hal Lazim yang Tidak Pernah Ratu Elizabeth II Lakukan

Meski demikian, hanya ada sejumlah negara yang akan tetap mempertahankan statusnya sebagai persemakmuran Inggris dengan kepemimpinan Raja Charles III di antaranya yaitu Australia, Kanada, Selandia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Tuvalu.

Diketahui, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese tidak ingin membahas soal langkah yang akan diambil oleh negaranya. Dengan begitu, Anthony pun akan tetap menjadikan Australia sebagai negara persemakmuran Inggris.

Dukungan terhadap kepemimpinan Raja Charles III pun juga disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Justin menegaskan bahwa Kanada tetap setia kepada Raja baru yang memimpin monarki Inggris.

Baca Juga: Pendemo Wanita Anti Kerajaan ditangkap Polisi saat Pemakaman Ratu Elizabeth II

"Atas nama Pemerintah Kanada, kami menegaskan kesetiaan kami kepada raja baru Kanada, Yang Mulia Raja Charles III, dan menawarkan dukungan penuh kami kepadanya," ucapnya dikutip Volkpop.co dari Al Jazeera.

Hal serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Ia mengatakan bahwa Selandia Baru tetap menjadi bagian dari perserikatan Inggris walau Ratu Elizabeth II telah tutup usia. Jacinda juga menjelaskan bahwa Selandia Baru belum akan menjadi negara Republik. Sementara itu, para pemimpin Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Tuvalu juga memberikan dukungannya kepada monarki Inggris.

Adapun, negara perserikatan yang telah menyuarakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk keluar dari monarki Inggris adalah Jamaika, Antigua dan Barbuda serta Saint Vincent dan Grenadines.

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Piala Dunia 2022 Dibuka, Begini Peresmiannya

Selasa, 22 November 2022 | 11:03 WIB

Ancaman Nyata Krisis Iklim bagi Filipina

Senin, 21 November 2022 | 12:58 WIB

Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama Konkret Pemimpin APEC

Minggu, 20 November 2022 | 12:33 WIB

Harga Minyak Turun, Pasar Khawatir Permintaan Melemah

Sabtu, 19 November 2022 | 19:19 WIB

Tutup KTT G20, Presiden Jokowi Ungkap Rasa Syukurnya

Jumat, 18 November 2022 | 06:28 WIB
X