• Jumat, 30 September 2022

Jelajah Seabad Chairil Anwar di Malang: Graha Tumapel Digempur Waktu (Bagian 3)

- Senin, 8 Agustus 2022 | 07:36 WIB
Penampakan Graha Tumapel Malang. (Yoni Prawardayana)
Penampakan Graha Tumapel Malang. (Yoni Prawardayana)

VOLKPOP.CO - Selamat datang Graha Tumapel, begitulah kira-kira cara FX Domini BB Hera menyambut kami sesampainya di Hotel Negara alias Graha Tumapel. Bangunan ini sekarang ini menjadi aset UM (Universitas Negeri Malang). Ketika Chairil Anwar datang ke Kota Malang pada medio Februari hingga Maret 1947, tempat ini masih bernama bernama Hotel Negara. Hotel Negara menjadi salah satu rujukan tempat menginap bagi para delegasi sidang BP KNIP. Bisa jadi, Chairil Anwar juga pernah berada di sini.

Menurut Sisco, hotel ini dibangun pada 1923 saat Pemerintah Kota Malang sedang giat-giatnya melakukan program pembangunan. Nama awalnya adalah Hotel Splendid, mengacu pada penyebutan nama daerah di sekitaran hotel yang memang dikenal dengan istilah Splendid. Hotel Splendid sering dipakai ndoro-ndoro kolonial untuk pertemuan asosiasi perkebunan gula, tembakau, nila, hingga kina. 

”Ini adalah interior di zaman keemasannya. Kita bisa lihat jika nuansanya dibikin seperti di Eropa. Benar-benar hotel premium. Kalau sekarang istilahnya mungkin bintang lima,” terang Sisco menunjukkan salinan foto-foto kuno.

Ary menambahkan pengetahuan dari sisi kuliner bahwa menu yang disajikan Hotel Splendid juga bercita rasa Eropa. Saat sarapan misalnya, ia mengungkapkan ada roti dan telur. Selain itu, hotel ini juga selalu menyediakan sampanye dan anggur.

Baca Juga: Mengintip Larung Saji di Pantai Sipelot untuk Memperingati 1 Suro

“Anda-anda ini sebagai alumni jurusan sejarah UM baru pertama kali ke sini, ya?" Seloroh Sisco kepada saya dan beberapa rombongan yang dahulu berkuliah di jurusan sejarah UM.

“Iya, Mas. Ha-ha-ha. Saat itu tidak ada dosen yang merekomendasikan tempat ini, dan saya sendiri juga tidak tergerak untuk mencari tahu,” jawab saya sekenanya.

Graha Tumapel ini pernah beberapa kali dipugar, terutama setelah bumi hangus yang dilakukan pejuang RI di masa agresi militer. Kini, UM sebagai pemilik aset hanya melakukan perbaikan secukupnya, misalnya melakukan pengecatan pada tembok agar sekadar kelihatan cantik di usia tuanya. Graha Tumapel terdiri terdiri dari tiga lantai, dan masing-masing lantai terkoneksi oleh tangga kayu yang masih orisinal sejak 1923. Saat diinjak, tangga kayu ini selalu menjerit sehingga mengeluarkan bunyi: krek.

Sisco mengajak kami berkeliling menuju masa lalu, menyusuri lorong demi lorong, menyelinap dari kamar ke kamar. Sesekali saya memeriksa saklar di kamar itu untuk menyalakan lampu. Ada yang bisa menyala, meskipun kebanyakan mati.

Halaman:

Editor: Rizal Adhi Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata Alam Bedengan akan Dibatasi pada 2023

Senin, 26 September 2022 | 16:14 WIB

Sunan Muria dan Dakwah Topo Ngeli

Senin, 26 September 2022 | 08:01 WIB

RMP Sosrokartono, Sang Polyglot Kelas Dunia

Senin, 26 September 2022 | 07:57 WIB

Sunan Kudus dan Slogan Gusjigang

Senin, 26 September 2022 | 07:52 WIB

Mengupas Koneksi Budaya antara Indonesia dan Kamboja

Sabtu, 24 September 2022 | 21:40 WIB
X