• Minggu, 29 Mei 2022

Jancuk! Simbol Keakraban Arek-arek Jawa Timur

- Jumat, 14 Januari 2022 | 13:42 WIB
Ilustrasi Jancuk  (Afi Indonesia/ volkpop.co)
Ilustrasi Jancuk (Afi Indonesia/ volkpop.co)

VOLKPOP.CO- Sebagai orang yang hidup atau asli Jawa Timur (Jatim), pasti tidak asing dengan kata jancuk, jancok, diancuk, diancok, cuk, atau cok. Kata tersebut memang akrab dan menjadi sahabat bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di Surabaya, Malang, Lamongan, dan sekitarnya. Namun, tidak untuk orang luar Jawa Timur dan orang asli Jatim yang menganggap jancuk hanya sekadar kata umpatan.

Kebanyakan dari mereka akan menganggap kata tersebut termasuk dalam daftar ucapan “kotor”. Mereka juga beranggapan kata tersebut adalah sebuah makian, umpatan yang meluncur karena hati yang terbakar emosi. Namun, jika mengetahui bagaimana sejarah dan fungsi sebenarnya dari kata jancuk, orang-orang pasti tidak akan malu untuk mengucapkan kata ini kepada orang lain, tentunya dengan memilih dulu siapa orangnya. Lantas, apa makna sebenarnya dari kata jancuk?

Baca Juga: Apa Sih Perbedanaan Antara Seni Rupa dan Desain ?

Dalam KBBI, kata ini memang tidak ditemukan. Namun, mengacu pada kamus daring Universitas Gadjah Mada, kata "jancuk" bermakna sialan, keparat, brengsek, yaitu ungkapan berupa perkataan umpatan untuk mengekspresikan kekecewaan atau bisa juga digunakan untuk mengungkapkan ekspresi keheranan atas suatu hal yang luar biasa.

 

Penggunaan istilah jancuk berawal pada masa perang kemerdekaan yang terjadi di Kota Surabaya. Pada saat itu diceritakan ada sebuah tank milik kolonial Belanda yang bertuliskan Jan Cox yang tersemat pada body tank tersebut.

Singkat cerita, tank milik Belanda itu ternyata sangat ditakuti oleh para pejuang arek-arek Suroboyo. Sehingga tiap kali tank tersebut melintas ke wilayah pemukiman penduduk, maka para arek-arek Suroboyo akan langsung meneriakkan, “Awas onok Jan Cox (Awas ada Jan Cox) atau bisa disingkat menjadi “Awas Jan Cox” yang kini terbiasa diucapkan jadi “Awas Jancok” atau “Awas Cok!”.

Kata Jan Cox dijadikan sebagai penanda adanya bahaya dan memperingatkan arek-arek Suroboyo lainnya untuk segera bersembunyi agar tidak tertembak atau terserang secara fisik oleh kendaraan anti peluru itu. Nah dari peristiwa itu, kemudian dipercayai sebagai asal muasal penggunaan kata jancuk.

Namun pada saat ini, kata jancuk telah dijadikan sebagai bentuk umpatan pada saat emosi meledak, marah, atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Meski banyak yang beranggapan kata jancuk memiliki konotasi buruk. Namun menurut sebagian orang, jancuk juga bisa membuat persaudaraan makin erat dan lebih akrab, tergantung dengan siapa, kapan, di mana digunakan, dan bagaimana cara penggunannya.

Cara mengucapkan kata jancuk tidak boleh terlalu halus dan pelan. Kita harus menggunakan intonasi suara yang terdengar keras dan terlihat seperti orang yang sedang berteriak. Sehingga dalam pengucapannya akan terdengar mantap. Selain itu, dalam pegucapan kata jancuk harus diikuti dengan ekspresi wajah. Hal tersebut menjadi suatu bentuk peneguhan ketika berekspresi dengan menggunakan kata jancuk.

Halaman:

Editor: Dicky Hanafi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jancuk! Simbol Keakraban Arek-arek Jawa Timur

Jumat, 14 Januari 2022 | 13:42 WIB

Lebih Gaul dengan Bahasa Walikan Malang

Rabu, 5 Januari 2022 | 11:03 WIB

Mengenal Candi Prambanan dan Mengulas Pesonanya

Senin, 27 Desember 2021 | 11:21 WIB

Terpopuler

X